detik itu berlalu membawa sebuah pertanda
memaksa fikiran,badan,dan yang lainnya bekerja keras
menyulut api panas perjuangan berbahan bakar do'a dan keringat
berikan sebuah pertanda....
lagi, kutermenung menerawang masa terus berkelebat
adakah pantas aku senang....?
sementara umur terus berkurang.
termakan masa, terus berlari
sampai detik itu berlalu....
syukurku masih kepadamu ilah
logika bermain menyusuri benak
menghantam sikap pragmatis
tertanam....
detik itu memaksa semuanya menatap masa
merobek pilu sakit terasa
mendobrak ego yang berkutat
selami diri, hati, kepala, seluruhnya
semuanya protes seakan bertanya
kapan.....?
terlalu banyak, kan kucari satu persatu
langkah kaki tetap terayun
seakan menolak terhenti,
mereka menerawang meninggalkan detik dan mencari yang lainnya
entah kapan berhenti
detik-detik itu juga mendengar
teriakan ini
teriakan hati nan buas
masa sungguh ku tak mengerti kenapa mereka terlalu senang
disaat seperti ini bersyukurpun tak cukup,
semuanya masih berlanjut,
berarti di depan sana detik-detik itu masih menunggu tuk diperjuangkan
Gontor, 12 Maret 2015
A. Adil Pratama Nusantara
SANAH HELWAH ADIL






0 komentar: