Sepenggal
darama kehidupan kembali dimainkan. Tidak seperti sebelumnya, sifat naïf itu
perlahan luluh, luntur dibasahi derasnya air aliran kehidupan, terdengar
terlalu melow untuk diputar kembali lebih pantas terkurung dalam kaset usang
tak terbaca. didalamnyalah cerita pahit pernah terdengar, penggalan bait syair
kesedihan pernah dirangkai.
Lain dengan
mereka, angan lalu inginku lipat bak pakaian usang yang telah kusiapkan kerdus
besar untuknya, menampung setiap detik harapan yang pernah ku gaungkan. Sampai suatu
saat datang waktunya ku buka, kupakai kembali, meski kutau mereka semua tak
mungkin lagi cocok, pas seperti waktu pertama kubanggakan mereka, kuceritakan
kepada setiap orang tentang bahagianya diriku pernah memilikiya.
Suatu saat,
datanglah kicauan yang tak jauh beda dengan
kicauan burung apabila kudengar sangat merdu tetapi ketika kucari, kudekati dan
coba kuraih tak jua kudapakan asal kicauan itu. Dia terbang bebas melintasi
awan tak ubahnya pikiran lepas berputar disekitar kepala menyusup disetiap
partikel terkecil otak ini.
Ini bukan
tulisan kesedihan apalagi teriakan hati yang kecewa dan tersakiti, kalau
kubilang ini hanya penggalan tulisan yang suatu saat nanti akan kuteuskan
kutulis lagi kelanjutannya. Layaknya sebuah novel, banyak kubaca diawali dengan
sedikit konflik sehingga pembacanya tertarik mengurai kata demi kata yang
tertulis di kertas tertumpuk tebal. Ada waktu ketika tulisan ini telah
kulanjutkan semua berganti kebahagiaan tak terhingga.
0 komentar: